16 Agustus 2019 12:49:04
Ditulis oleh Admin

Malam Puncak Sedekah bumi Desa Kedungmakam

www.kedungmakam-jatirogo.desa.id Bertempat di balaidesa Kedungmakam Jum'at malam(16/8/2019)  di adakan acara malam puncak sedekah bumi Desa Kedungmakam 2019. Sebelum acara pagelaran wayang kulit dimulai , acara di dahului dengan dengan sambutan-sambutan. sambutan pertama dilakukan oleh Ketua Panitia Sedekah bumi desa kedungmakam dalam sambutannya beliau mengucapkan Banyak Terima kasih atas bantuannya dari semua masyarakat Desa Kedungmakam Baik berupa Moril dan Mareril Sehinhgga acara tahunan Sedekah Bumi Desa Kedungmakam Tahun 2019 ini bisa berjalan dengan lancar. Dilanjut Acara yang kedua sambutan Kepala Desa Kedungmakam Ibu Rusmi.Dan Dilanjut Acara yang ketiga yaitu Penyerahan Tokoh wayang Kulit ke Dalang .

Perlu di ketahui Bahwa pada pagelaran wayang kulit malam ini menghadirkan dalang Ki Sigid Ariyanto S.sn dan Karawitan Cakra Ningrat dari Rembang Jawa Tengah. Pada Kesemptan malam hari ini juga akan di hibur dan di Meriahkan oleh Sinden cilik dari Kediri Dimas Niken Salindri. 

Pada Malam hari ini mengambil Lakon atau Cerita Pandawa Kumpul/ Wirata Parwa . Wirata Parwa menceritakan kisah ketika para Pandawa harus bersembunyi selama setahun lagi dengan menyamar tanpa ketahuan, setelah mereka dibuang selama dua belas tahun di hutan gara-gara kalah berjudi dengan Korawa. Kisah pembuangan di hutan ini diceritakan dalam bagian Wanaparwa.

Maka para Pandawa bersembunyi di kerajaan Wirata. Jika mereka ketahuan, maka harus dibuang selama 12 tahun lagi. Di Wirata Yudistira menyamar sebagai seorang brahmana bernama Kangka. Bima menyamar sebagai seorang juru masak dan pegulat bernama Balawa. Lalu Arjuna menyamar sebagai seorang wandu yang mengajar tari dan nyanyi bernama Wrahanala. Nakula menjadi seorang penggembala kuda bernama Grantika dan Sadewa menjadi penggembala sapi bernama Tantipala. Dropadi menjadi seorang perias bernama Sarindri, melayani ratu Sudesna.

Alkisah patih Wirata, Kicaka jatuh cinta kepada Sarindri dan ingin menikahinya. Tetapi ia ditolak dan memaksa. Lalu Balawa membunuhnya. Hal ini hampir saja membuat samaran mereka ketahuan.

Kematian Kicaka didengar oleh raja Susarma dari Trigarta yang kemudian datang membujuk para Korawa menyerbu Wirata yang dalam keadaan sangat lemah. Lalu negeri Wirata diserang para Korawa dari Astina. Para Pandawa ikut berperang membela Wirata. Serangan Korawa gagal, mereka kalah oleh orang-orang yang tidak dikenal dan membuat mereka curiga. Setelah perang usai, kedok Pandawa terbuka. Tetapi mereka sudah bersembunyi genap selama setahun, jadi tidak apa-apa. Wirataparwa diakhiri dengan kisah perkawinan Abimanyu, anak Arjuna, dengan Utari, puteri raja Wirata. Pagelaran Wayang Kulit ini bisa juga dilihat di youtube dengan link berikut https://www.youtube.com/watch?v=ayL0qWe_HMg dan https://www.youtube.com/watch?v=1sKFooF6pgk . (irfan_sh11)



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus