15 Agustus 2019 11:46:45
Ditulis oleh Admin

Sedekah Bumi Desa Kedungmakam

www.kedungmakam-jatirogo.desa.id Pada hari kamis (15 Agustus 2019 ) Desa Kedungmakam mengadakan acara sedekah bumi , perlu kita ketahui sedekah bumi adalah acara tahunan yang di adakan desa kedungmakam. 

Sedekah bumi adalah suatu upacara adat  yang melambangkan rasa syukur manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rezeki melalui bumi berupa segala bentuk hasil bumi.Upacara ini sebenarnya sangat populer di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa terutama desa kedungmakam.  untik desa kedungmakam sendiri sedekah bumi di laksanakan selama 2 hari yaitu hari kamis dan Jum'at . Untuk hari kamis sendiri di lakukan di Sendang . Sebelum Pagelaran wayang kulit dilaksanakan biasanya mengadakan kondangan atau hajatan .Dalang pada sedekah bumi hari kamis ini adalah Ki Yono dari Sale Kabupaten Rembang Jawa Tengah. 

Pada Hari kamis ini mengambil Lakon atau Cerita Sri Boyong .  Dewi Sri lambang kemakmuran pertanian dan hasil bumi. Negeri Amarta, sebuah kerajaan dimana Prabu Puntadewa sulung Pandawa bertahta sedang mengalami bencana. Para petani di kerajaan tersebut mengalami gagal panen, kejadian ini hampir di seluruh pelosok negeri, akibatnya Negeri Amarta kacau balau.

 
Kekacauan tersebut terjadi setelah Dewi Sri meninggalkan tanah kelahirannya itu. Dewi Sri adalah seorang Dewi yang murah hati, baik budi, sabar, dan bijaksana. Dewi Sri lambang kemakmuran pertanian dan hasil bumi. Kecantikan dan kemampuannya membuat suatu negeri gemah ripah loh jinawi.
 
Mengetahui keadaan tersebut Prabu Kresna mengadakan pertemuan dengan Prabu Puntadewa. Melalui Prabu Kresna dan Arjuna, Prabu Puntadewa mengirim Bambang Probo Kusuma dan Punakawan memboyong Bathari Sri ke Negeri Amarta. Mereka membawa Bathari Sri yang menolak pinangan Prabu Nilataksaka. Bambang Probo Kusuma tidak dapat menemukan Dewi Sri karena Dewi Sri berada di negara Antasangin dan disembunyikan raksasa. Kemudian Bambang Probo Kusuma meminta pertolongan terhadap Dewa Indra.
 
Ketika berhasil memasuki Negara Antasangin, Bambang Probo Kusuma bertemu dengan Prabu Nilataksaka. Prabu Nilataksaka ingin meminang Dewi Sri tetapi Dewi Sri menolak. Bambang Probo Kusuma bertemu dan bertempur dengan Prabu Nilataksaka. Prabu Nilataksaka berubah menjadi Naga dan mengalahkan Bambang Probo Kusuma, tetapi pada akhirnya Naga Taksaka dipotong menjadi dua dan dia kalah.
 
Semar yang mendampingi Bambang Probo Kusuma membujuk Dewi Sri agar mau kembali ke Negeri Amarta. Rakyat Amarta bersyukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa. Setelah mengetahui Dewi Sri diantarkan kembali ke Negeri Amarta, Prabu Seran Trenggono yang juga ayah dari Prabu Nilataksaka pergi ke Negeri Amarta dan bertemu dengan Bima. Maka terjadilah peperangan yang dimenangkan oleh Bima dan Prabu Seran Trenggono menjadi kayu tua.
 
Setelah itu Naga Taksaka meminta pertolongan terhadap Prabu Kresna untuk dikembalikan wujudnya, Prabu Kresna menyanggupi asalkan ia menjadi ular dan mengusir hama yang bisa merusak tanaman para petani. Akhir cerita, kedamaian dan kemakmuran kembali ke Negeri Amarta. Rakyat makmur sentosa.(irfan_sh11)



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 3 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus